Banjir tahunan

Sms berdering, disampaikan kepada seluruh relawan agar merapat ke swadaya mas tello karrena didaerah tersebut terkena bencana banjir. Mata dan perasaan sy masih segar karena perut baru aja terisi oleh makanan yang menurut saya 4 sehat 5 sempurna,, otw balasan ku..
Setiba disana, dapur umum dari dinas soial sudah berada di t4 nya menyatu dengan sendok mnggulung ikan yang sedang proses pematangan di sertai sedikit canda dari para rerlawan yang kedinginann setelah menembus dingin tuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir sejak semalam..
Kembali meninjau lokasi banjir, , kami menemukan informasi kalo masih ada dua kepala keluarga di pemukiman belakang perumahan yang belumdi evakuasi, pukul 15:30 kami mengunjungi rumah itu dengan jalur yang menurut saya sedikiti ekstreem karena berada di belakang perumahan, rawa2 serta jalan setapak kecil yang sedikit berlumpur di kelilingi eceng gondok dan terpagari pohon tebu dan saluran2 pembuangan air dari perumahan yang tak terlihat karena air sudah setinggi dada.
“saya menuggu hujan agak reda, agar ke dua anak saya yangmasih kecil tidak terkena hujan” kata si ibu sambil menggendong anaknya yang masih berusia sekitar 1 tahun,
kami tak menyangka kalo rumah itu tepat berada di bawah menara sutet yang dinding rumahnya hampir menyatu dengan tiang sutet itu, dikelilingi air dan eceng gondok, tak terbayangkan kalo menara itu terkena petir atau menara itu mengelurkan lsitrik yg berbaur dengan air banjir,, mau dia apa pak, untung juga disini karena tdk kena penggusuran kemaren,kata penghuni rumah ketika teman saya bertanya kok bapak tinggal di bawah menara sutet,,
ternayata ada juga beberapa warga yg belum beranjak dari rumahnya karena takut rumanhnya kejarahan oleh maling,cuman mereka tdk terlalu jauh dari lokasi evakuasi.
Konon katanya lokasi memang sudah langganan banjir tiap tahun dan kami tidak tahu apakah sudah ada usaha dari tarkim atau yang terkait dipemerintahan ataupun lembaga2 lain yang berusaha berfikir untuk menyelesaikan masalah banjir di tempat tersebut..
Moga2 cepat ada penyelesaian buat area pemukiman belakang perumahan swadaya mas, Makassar ,25 desember 2013

Pesona dan pengalaman baru di Lembah Ramma

Handphone berdering oleh kakak sepupu kalo esok hari saya di suruh menemani keponakan saya yang masih duduk dikelas 1 smu yang bernama nona untuk mendaki ke lembah ramma,malam itu saya belum terlalu yakin kalo besok harinya ke ponakan saya itu jadi berangkat atau hanya bercanda saja, jadi malam itu saya nyantai aja dan keasikan mendownload film sampe pagi, apalagi kuota gratis simpati loop internet malam saya masih ada sekitar 30 giga.
Mendaki ke lembah ramma bukan merupakan permainan menurut saya, karena mendaki gunung menurut saya,membutuhkan persiapan yang matang dan bukan hanya berjalan saja, karena kalau salah2 bisa2 nyawa menjadi taruhan dan itu sudah terbukti di pendaki lain,baik yang saya kenal maupun yang saya tidak kenal. Apalagi di sekitar gunung bawakaraeng,soalnya waktu saya lintas dari lompobattang to bawakaraeng, saya merasa bahwa kehidupan dunia lain di daerah itu sangat mistis menurut saya.
Di tambah lagi teman basecamp saya 2 orang,yang boleh di bilang sudah sekian tahun mendaki di gunung bawakareng, meninggal di pos 7 sewaktu lomba KGB di bawakaraeng.
Pukul 14:30 Setiba di rumah kakak,, saya di beri kunci mobil dan di suruh mengantar nona ke rmh temannya yang sudah berkumpul dan mempersiapka kelengkpan pendakiannya. Saya melihat ada 4 carierr dan tiga tenda bulan berbagai merk, dalam haati pun saya merasa kalo pendakian sudah siap di lakukan.(lakukan apa yang membuat dirimu takut)karena hari ini ini di mulai dengan jalan malam krn sabtu berangkat dan sudah harus di makassar hari minggu..
Pukul 17:00 dengan perasaan kurang fit di karenakan mengantuk habis begadang, mobil pun saya kemudikan, setibanya di lembanna di rumah tata rasyid, teman baru saya yang bernama mull, ijin masuk ke rmh tata dan memberitahukan kalo malam itu dia akan berangkat menuju lembah ramma dengan membawa sebagian anak pendaki baru, keseluruhan 14 orang termasuk saya di dalamnya.
setelah cipika cipiki sama tata rasyid, pukul 10 malam, kami pun berangkat.. di kaki bukit kami pun berhenti untuk melakukan ritual biasa sebelum pendakian, yaitu berdoa menurut agama dan kepercayaan masing..
Di dalam perjalanan menembus malam dan kabut,senter yang kami gunakan lumayan terang dan hampir setiap orang mempunyai penerangan sendiri, ada yang terang dan ada juga yang redup, maklumlah redup kalo yang dipakai senter korek ditambah kabut, hehehe…
Pukul 03 dinihari kami tiba di lembah ramma dengan menuruni puncak talung yang terkenal terjal, kami melalui jalur alternative dengan istilah jalur sapi guna menghindari jalur yang terjal dan lumayan licin itu.
Seorang teman yang pastinya karena kurang fit dan sdh agak lama tdk pemanasan, merasakan setiap melangkan ke bawah, lutut terasa di tusuk jarum,wooww.. selamat datang engkel lutut..mental pun bermain,,,:D
Mendirikkan tenda pun segera dilakukan, 3 tenda selesai didirakan tinggal menunggu makanan yang sedang dalam proses,
Pesona keindahan mendaki gunung menurut saya, terletak juga pada waktu makan di tempat terbuka be ramai-ramai sambil menikmati keletihan akibat proses perjalanan di tambah dengan kopi hangat dan hangatnya dalam tenda..
Malam itu sepertinya tdk terasa keindahan dari makan malam di kelilingi tenda, soalnya sebagian teman perjalanan sudah terlelap di tambah lagi nasi yang kami santap belum mencapai klimaks tuk dihidangkan padahal sdh 1 jam 30 menit diatas kompor, maklumlah,karena itu pengalaman pertama si cokie memasak nasi.. hehehe..
Belum terlalu lama di peraduan dalam tenda, terbangun menikmati pesona keindahan tiada batas di alam terbuka lembah ramma ciptaan tuhan yang maha agung,di sajikan dengan music riak air aliaran mata air, terasa masih ingin ber lama-lama di lembah ramma, harapan itu pudar sewaktu saya melihat awan mulai hitam dan langit sepertinya mulai mengeluarkan suara yang kurang bersahabat..
Pukul 11:00 hari minggu packing di mulai dan perjalanan pulang kembali di laksanakan.. soalnya hari senin kembali di mulai persekolahan..
Sempat mencuri waktu di talung buat berfoto2 ria, hujan pun mengguyur dan segera memaksa perjalanan segera di lanjutkan, dalam perjalanan yang licin saya melihat para pendaki baru yang masih sangat awam dalam pijakannya di punggung pegunungan, tersirat di wajahnya bahwa ternyata mendaki itu tidak gampang ya…hihihi.. entah memori apa yang terekam di otak masing2, apakah tertantang kembali atau pun trauma tdk akan melakukan lagi.. hanya dia dan tuhan yang tau..
Tepat ketika mendapati sungai ke dua dari arah talung, seorang dari teman smu.. mengalami masuk angin dan muntah2, dengan penuh perjuangan di wajahnya, akhirnya ai sampai juga di lembanna.. menurut saya karena kurang persiapan fisik,asupan makanan dan akibat udara dingin di tambah terpaan hujan.
Pukul 21:00. Mobilpun ku kemudikan dengan perasaan senang dengan waktu tidur selama 48 jam terakhir skitar 6 jam. Go to Makassar,, atau otw Makassar
Pukul 22:30 Makassar mantap.. terima kasih tuhan atas segala nikmat mu..

maryamah karpov n Desain

Muantap…

Download lanjutan dari edensor..

thanks ya dunia download..

http://www.rajaebookgratis.com/2011/01/koleksi-novel-andrea-hirata.html

Desain..

http://bukaebook.wordpress.com/category/desain-grafis/

tutorial-photoshop-pdf.html

LAGI SUrfing.. dapat tutorial Photoshop.. ssiapa tau lain kali sy mau juga belajar..

asik juga sepertinya..

Word To Pdf

Hy… Sepertinya sudah lama sy nda’ nulis, soalnya cuapek habis kelililng karena kerjaan pemasangan instalasi jaringan area kalimantan dan pemasangan battery Fluidic di tower indosat are jatim.. bulan depan saya kemana lagi ya??

btw, sesuai dengan judul..krn pekerjaan kantor utk kebutuhan dokumen,akhirnya saya meenemukan blog ini.. softwarex asik juga..

http://nyunyunismyname.blogspot.com/2013/09/30-member-tercantik-dari-48-family.html

 

thank’s ya.

Falaqjie

pengerukan alam qt,,

Kampung Muara Tae kampung yang berlokasi di Kecamatan Jempang,  Kutai Barat, Kalimantan Timur. Warga Muara Tae sangat beragam, terdiri dari warga asli (Dayak Benuaq ada 30%) dan warga pendatang (Toraja, Batak dan Jawa 70%).
Kekayaan alam Kecamatan Jempang telah diambil sejak tahun 1971, dengan operasinya perusahaan HPH, PT Sumber Mas ( oleh seorang pengusaha, Josh Sutomo). PT Sumber Mas beroperasi di Kecamatan Jempang pada periode 1971-1975, 1983-1985, 1991-1992. Selain perusahan HPH, PT Sumber Mas juga membangun HTI di Kecamatan Jempang pada awal 1993, dengan PT Dirgarimba sebagai kontraktor pembibitannya. Pada 1995, perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT London
Sumatra Group.
 tahun 2008, Salim Grup membeli London Sumatra Group dan PT Lonsum masih beroperasi hingga sekarang. Pada 1996/1997, masuk perusahaan tambang batubara, PT Gunung Bayan Pratama Coal (dimiliki oleh salah satu orang terkaya di Indonesia, Low Tuck Kwong) yang memulai eksplorasi dan eksploitasi hingga sekarang. 

Pada 2010, masuk perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Borneo Surya Mining Jaya (Surya Dumai Grup (Keluarga Fangiono)) dan beroperasi hingga sekarang. Pada Oktober 2011, masuk perusahaan perkebunan kelapa sawit lainnya, PT Munte Waniq Jaya Perkasa (TSH Resouces Bhd Grup) dan beroperasi hingga hari ini. Kehadiran perusahaan yang mengelilingi Kampung Muara Tae, tidak lebih baik daripada “perampok” yang hanya mengeruk sumberdaya alam tanpa mempertimbangkan kondisi nyata masyarakat di Muara Tae. 

Kondisi masyarakat dulu lebih baik dari kondisi saat ini karena kemudahan mencari sumber penghidupan. Rotan, kayu, babi hutn, ikan, madu tanyut, sungai dan lainya digunakan untuk pemenuhan kehidupan. Masyarakat juga melakukan pola bertani dan berkebun melalui proses penebanga, pembakaran, penanaman, dan pemanenan. Kehadiran perusahaan membawa berbagai masalah selain pengurangan sumber daya alam dan konflik sosial. 

Setelah bertahun-tahun beroperasi, perkebunan kelapa sawit dan perusahaan tambang tidak memberikan keuntungan seimbang bagi masyarakat setempat, kelestarian ekologis, dan keutuhan sosial-budaya setempat. 

Perkebunan kelapa sawit dan perusahaan tambang menjadi contoh yang paling nyata dari kegagalan
kebijakan pengelolaan hutan Indonesia pada umumnya dan pembangunan perkebunan skala besar pada
khususnya serta aktivitas pertambangan. 

Walau demikian pemerintah dan institusi penegak hukum jelas memberi legitimasi yang lebih kepada perusahaan, dengan menegasikan kepentingan masyarakat lokal. Ini menunjukkan betapa tidak setaranya posisi penduduk lokal jika dibandingkan dengan perusahaan transnasional di hadapan sistem hukum dan pemerintah Indonesia (telapak)

 

Sumber.

bunda

Garuda Bangun..

Penderita Autis

Hari itu menjelang natal ada sebuah stasiun radio yang menyurh semua anak Sd dalam satu sekolah untuk membuat satu permintaan dan permintaan terbaik akan di berikan hadiah dan akan di umumkan di stasiun radio lokal tersebut..
Hari itu ada seorang Anak yang berjalan tertatih dan terjatuh didepan kamar mandi dan seluruh temannya menertawainya…
Hari itu seluruh anak menulis permintaanya di sebuah kertas, rata rata meminta mainan robot, boneka,mobil mobilan Dll..
Tapi ada satu permintaan yang hari itu benar benar lain dari yang lain… Isinya seperti ini :::
saya adalah seorang anak penderita Autis dan kelainan pada tulang saya, setiap hari saya di Hina oleh teman2 saya di sekolah, “saya hanya meminta satu permintaan. saya hanya meminta satu hari dalam hidup saya agar tidak di hina oleh teman teman saya di sekolah…”
Lanjut cerita, pemintaan anak itu dibacakan di satasiun radio dan akhirnya di beritakan pula oleh stasiun tv lokal.Akhirnya teman2nnya bertambah banyak karena banyak yang mengirimi surat dan berbagi sesama penderita autis di seluruh dunia…

Catatan moral dari ceritanya… Apa ya???

Keramahan yang kadang tak terasa di kota lain

enggak terasa udah lebih dua bulan aku di kaltim yang rencananya cuman 2 minggu buat ngisi liburan aja di tempatnya paman.. karena kebetulan aku anak mapala (mahasiswa pencinta alam) dari makassar yang namanya juga anak Mapala yang memiliki rasa persaudaraan dan keakrabanya yang tinggi, maka dari itu ketika teman2 dari mapala stt migas(mapala cadas.com) tahu kalau aku ada di balikpapan maka di jemputnya aku di rumah pamanku yang berada tepatnya di jln gunung guntur Balikpapan
Malama pertama saya nongkrong di sekretariat Cadas.com yang kebetulan malam itu teman2 dari mapala planktos fakultas perikanan universitas mulawarman dan sispala buana datang dari samarinda yang ingin mengisi liburan di daerah batu kajang desa kasungai yang menempuh perjalanan sekitar sehari atau kurang lebih 200 km dari kota balikapapan dengan angkutan kapal feri dan angkutan kota atau menumpang mobil perusahaan yang berbaik hati memberi tumpangan
Karena masih libur selesai lebaran yang kebiasaan Teman teman dari Mapala planktos sering kemping di desa kasungai yang di tempat itu qt bisa memasuki gua tengkorak, gua loyang dan masih ada beberapa gua lainnya juga tebing yang biasa di panjat oleh teman2 dari pencinta Alam yang gemar akan olahraga panjat tebing.Di desa itu juga sering dijadikan tempat pendidikan oleh teman2 dari mahasiswa juga kelompok pencinta Alam
keesokan harinya kami berangkat dari balikpapan menuju batu kajang, tapi kerana kemalaman kami pun mampir di kota grogot di sekretariat KPA Gelap. disana kami disambut sangat baik seperti keluarga. teman kpa Gelap yang ikut juga menemani kami kemping ria yaitu Ade gembel yang orangnya asik diajak bercanda

Tau enggak karena akses mobil angkutan kota kedaerah batu kajang agak lama maka kamipun keasikan menggunakan jempol(Numpang Pak) guna melanjutkan perjalanan kami sejak dari simpangan Balikpapan dari pelabuhaban menuju Grogot hingga kembali pulang kesimpangan lagi kamiberganti mobil sebanyak 10 kali.. HAHAhaha maklumlah hanya bermodalkan jempol (ompreng)

Ternyata Orang – orang bermobil estrada masih mau juga memberikan kami tumpangan

KRONOLOGIS PENDAKIAN GUNUNG GANDANG DEWATA

DI  KOTA MAMASA

RABU , 10 MARET 2010

Hari pertama

06:13     Setelah  final check yang kami lakukan hingga dini hari tadi, sebelum kami berangkat menuju tujuan, yaitu pendakian menuju puncak gandang dewata, kami melakukan ritual bersama yaitu melakukan doa dan juga menerima petuah agar kami tetap berjalan dengan etika sebagai mahluk tuhan yang mencintai alam di bawah bendera Mapala dan almamater  kamar.Doa dipimpin oleh ketua umum Mapala yaitu kanda edyar simon. Lalu kami  bersalaman dan segera naik ke angkutan umum yang telah di carther dan sedang parkir didepan secretariat .

06:40     Dari secretariat Mapala  kami lalu naik angkot jurusan daya untuk menuju ke terminal daya

07:04     Begitu tiba diterminal daya, kami langsung menuju ketempat mangkal angkutan kota yang menuju langsung kekota mamasa

07:32     Setelah menaikkan barang ke mobil panther,sisopir tidak lagi lama  menunggu penumpang,  karena kami kebetulan bertujuh maka   mobil yang kami tumpangi langsung  meluncur  ke mamasa

07:57     Mobil panther yang kami tumpangi mampir di toko roti maros,di tempat itu kami mencicipi  roti maros yang di beli oleh rampo, kami semua menikmatinya karena kami memang belum  sempat sarapan sebelumnya. Candra juga membeli  baterai Karena merasa masih belum cukup. Si panther hitam lalu kembali melanjutkan perjalanan.

12:10     Kami mampir di di polwil pare – pare untuk memberikan  surat pemberitahuan sebagai tembusan dari polda sulawesi selatan bahwa kami akan melakukan pendakian ke puncak gunung Gandang dewata.

13:05     Singgah di kota pinrang untuk makan siang.

13:38     kembali melanjutkan perjalanan

13:57     panther hitam singgah tuk Isi bensin

14:54     Mampir lagi di polres polman

20:00     Tiba dirumah bapak daud di kampung baru Mamasa tepatnya di depan gereja di samping jembatan tedong – tedong. Konon jembatan ini adalah jembatan yang pertama ada di kota mamasa

21:00     karena Bapak daud tidak berada dirumahnya maka kami Berangkat menuju kediaman salah satu senior kami di Mapalayaitu kanda Firman s.kom  yang kebetulan hanya 15 menit berjalan kaki dari rumahnya bapak daud

21:27     Makan malam

22:47     Briefing dilanjutkan ngoobrol bersama ka’ firman.. lalu istirahat.

KAMIS , 11 MARET 2010

Hari kedua

00:15     Istirahat

06:15     Bangun pagi lalu masak guna memenuhi tuntutan perut kami yang sedari tadi memanggil tuk di isi

08:35     Pencarian data sosped dan mengantar surat ijin kepolda sulselbar

13:15     Selesai mecari data kami pun bersantap siang ria

14:43     Selesai makan

15:21     Menelepon mba’ mei untuk menanyakan frekuensi ht yang bisa kami gunakan di    tanah mamasa ketika kami melakukan pendakian ke gandang dewata

18:30     Kami bersantai sambil menikmati energen  dan biscuit yang kami bawa dari Makassar

19:00     Makan bersama

19:30     Setelah selesai makan dan berbenah kami lalu membuka peta lalu mempelajari  jalur – jalur yang kan kami lewati.

22:00     karena udara di mamasa terasa sejuk seperti menggelitik mata kami untuk segera tidur.. dan tidak lama kemudin kami pun tertidur….  (tumben anak Mapala cepat tidur)

Jum’at , 12 Maret 2010

Hari Ketiga Di kota Mamasa

06:41     Bangun pagi lalu bersih… dan sarapan kopi dan juga biscuit sambil ngobrol bersama  kak firman

07:50     Candra bersama ihsan berangkat ke polres Mamasa untuk mengantar surat dan mencari frekuensi repieter

09:40     candra kembali dari polres

11;40     setelah semuanya sudah mandi, maka kami bersama – sama berangkat menuju  ke masjid guna melaksanakan ibadah sholat jum’at.

12:58     Sepulang dari masjid, kami singgah di salah satu toko bangunan guna membeli speritus  di karenakan kami masih merasa bahan bakar kami masih belum cukup ketika akan mendaki nanti..

13:01     Siap2 berangkat kerumah bapak daud yang berada dirante pongko karena disanalah bapak daud sekarang selalu berdiam diri sejak istrinya meninggal.

13:33     Sebelum berjalan kami pun Berdoa secara berjamaah..

15:24     tiba dirumahnya bapak daud dirante pongko

15:25     istirahat sekaligus sosped

18;01     Dirumahnya bapak daud kami membuka peta guna  resection (Menetukan posisi kami di peta)

18:54     Sambil memasak, kami pun briefing

19:30     Membereskan semua alat masak dan makan, lalu kami pun di persilahkan bapak daud untuk menempati satu kamar yang memang itu sepertinya untuk kamar tamu

21:40     kami semua pun tidur dengan pulas..

Sabtu , 13 Maret 2010

Hari Keempat Di kota Mamasa

04:59     Bangun Pagi ( Cieh anak Mapala kok bangunnya cepat)

05:03     Masak  guna mendapat kalori sebagai bekal  di perut kami agar mampu berjalan pada saat sudah berada di gunung yang katanya untuk menuju pos satu lumayan mendaki..

05:34     Selesai masak

0551       SELESAi makan lalu kami pun berbenah

06:10     Packing

0649       Sebelum melakukan perjalanan menuju pos satu kami pun berdoa bersama agar Allah SWT memberikan kekuatan serta melindungi kami selama perjalanan

07:05     Berangkat menuju pos 1

08:30     Istirahat

08:35     Kembali melanjutkan perjalanan

09:30     Kembali membuka peta buat resection dan intersection

10:54     Istirahat di pinggir sungai

11:00     Menyeberangi sungai pos 1. di tempat ini sungainya lumayan besar dank arena hujan yang deras maka arusnya semakin kencang..  kami pun menggunakan tali webbing untuk menyeberang

11:30     tiba di pos 1

11:35     karen hujan semakin deras maka cami camp di pinggir sungai. Karena hari masih siang, kami  pun berencana untuk melanjutkan perjalanan. Tapi karena hujan semakin deras,maka kami pun memutuskan agar jalur kedepan perlu untuk di surve agar kami dapat memutuskan apakah kami melanjutkan perjalanan atau kami camp. Ini di kerenakan kami bertujuh tidak ada yang  pernah mendaki di tempat ini.

12:46     saya dan ihsan lalu survey jalur kedepan,

13:30     kami makan siang dan setelah makan, hujan sudah agak reda, maka  giliran rampo dan candra yang kembali mengecek jalur untuk mendapatkan keputusan camp ditempat ini ataukah kami masih dapat melanjutkan perjanan,

15:03     Teaem survey kembali  dan mengatakan kalo kita camp di tempat ini saja karena jalur keatas semakin sangat terjal dan juaga licin serta tidak ada tanda tanda kalo dalam 4 jam kita dapat manemukan tempat untuk memasang tenda

15:09     kami mendirikan tenda lalu kami mengganti baju basah dan sambil menunggu hujan reda, kami pun menikmati kopi dan teh

18:57     Pindah camp karena air di pinggir sungai semakin naik kepermukaan yang bisa saja menghanyutkkan tenda kami

19:25     selesai Membuat camp yang baru. Tapi sewaktu kami berkemas, rokok yang hanya kurang  2 batang saja terjatuh kedalam lumpur yang tidak mungki saya bisa lagi mengambil dan menghisapnya

20:40     tidur

Dinamic Loading & Dinamic Linking

Dinamic Loading

Untuk memperoleh utilitas ruang memori, dapat menggunakan dynamic loading. Dengan dynamic loading, sebuah rutin tidak disimpan di memori sampai dipanggil. Semua rutin disimpan pada disk dalam format relocatable load.

Mekanisme dari dynamic loading adalah program utama di-load dahulu dan dieksekusi. Bila suatu routine perlu memanggil routine lain, routine yang dipanggil lebih dahulu diperiksa apakah rutin yang dipanggil sudah di-load. Jika tidak, relocatable linking loader dipanggil untuk me-load  rutin yg diminta ke memori dan meng-ubah tabel alamat.

Keuntungan dari  dynamic loading adalah rutin yang tidak digunakan tidak pernah di-load. Skema ini lebih berguna untuk kode dalam jumlah besar diperlukan untuk menangani kasus-kasus yang jarang terjadi seperti error routine. Dinamic loading tidak memerlukan dukungan khusus dari sistem operasi.  istem operasi hanya perlu menyediakan beberapa rutin pustaka untuk implementasi dynamic loading.

Dinamic Linking

Sebagian besar sistem operasi hanya men-support static linking, dimana sistem library language diperlakukan seperti obyek modul yang lain dan dikombinasikan dengan loader ke dalam binary program image. Konsep dynamic linking sama dengan dynamic loading. Pada saat loading, linking ditunda sampai waktu eksekusi. Terdapat kode kecil yang disebut stub digunakan untuk meletakkan rutin library di memori dengan tepat. Stub diisi dengan alamat rutin dan mengeksekusi rutin. Sistem operasi perlu memeriksa apakah rutin berada di alamat memori.

Dinamic linking  biasanya digunakan dengan sistem  library, seperti language subroutine library. Tanpa fasilitas ini, semua program pada sistem perlu mempunyai copy dari library language di dalam  executable image. Kebutuhan ini menghabiskan baik ruang disk maupun memori utama.

Bagaimanapun, tidak seperti dynamic loading, dynamic linking membutuhkan beberapa dukungan dari sistem operasi, misalnya bila proses-proses di memori utama saling diproteksi, maka sistem operasi melakukan pengecekan apakah rutin yang diminta berada diluar ruang alamat. Beberapa proses diijinkan untuk mengakses memori pada alamat yang sama. File dynamic linking berekstensi .dll, .sys atau .drv.