Pesona dan pengalaman baru di Lembah Ramma

Handphone berdering oleh kakak sepupu kalo esok hari saya di suruh menemani keponakan saya yang masih duduk dikelas 1 smu yang bernama nona untuk mendaki ke lembah ramma,malam itu saya belum terlalu yakin kalo besok harinya ke ponakan saya itu jadi berangkat atau hanya bercanda saja, jadi malam itu saya nyantai aja dan keasikan mendownload film sampe pagi, apalagi kuota gratis simpati loop internet malam saya masih ada sekitar 30 giga.
Mendaki ke lembah ramma bukan merupakan permainan menurut saya, karena mendaki gunung menurut saya,membutuhkan persiapan yang matang dan bukan hanya berjalan saja, karena kalau salah2 bisa2 nyawa menjadi taruhan dan itu sudah terbukti di pendaki lain,baik yang saya kenal maupun yang saya tidak kenal. Apalagi di sekitar gunung bawakaraeng,soalnya waktu saya lintas dari lompobattang to bawakaraeng, saya merasa bahwa kehidupan dunia lain di daerah itu sangat mistis menurut saya.
Di tambah lagi teman basecamp saya 2 orang,yang boleh di bilang sudah sekian tahun mendaki di gunung bawakareng, meninggal di pos 7 sewaktu lomba KGB di bawakaraeng.
Pukul 14:30 Setiba di rumah kakak,, saya di beri kunci mobil dan di suruh mengantar nona ke rmh temannya yang sudah berkumpul dan mempersiapka kelengkpan pendakiannya. Saya melihat ada 4 carierr dan tiga tenda bulan berbagai merk, dalam haati pun saya merasa kalo pendakian sudah siap di lakukan.(lakukan apa yang membuat dirimu takut)karena hari ini ini di mulai dengan jalan malam krn sabtu berangkat dan sudah harus di makassar hari minggu..
Pukul 17:00 dengan perasaan kurang fit di karenakan mengantuk habis begadang, mobil pun saya kemudikan, setibanya di lembanna di rumah tata rasyid, teman baru saya yang bernama mull, ijin masuk ke rmh tata dan memberitahukan kalo malam itu dia akan berangkat menuju lembah ramma dengan membawa sebagian anak pendaki baru, keseluruhan 14 orang termasuk saya di dalamnya.
setelah cipika cipiki sama tata rasyid, pukul 10 malam, kami pun berangkat.. di kaki bukit kami pun berhenti untuk melakukan ritual biasa sebelum pendakian, yaitu berdoa menurut agama dan kepercayaan masing..
Di dalam perjalanan menembus malam dan kabut,senter yang kami gunakan lumayan terang dan hampir setiap orang mempunyai penerangan sendiri, ada yang terang dan ada juga yang redup, maklumlah redup kalo yang dipakai senter korek ditambah kabut, hehehe…
Pukul 03 dinihari kami tiba di lembah ramma dengan menuruni puncak talung yang terkenal terjal, kami melalui jalur alternative dengan istilah jalur sapi guna menghindari jalur yang terjal dan lumayan licin itu.
Seorang teman yang pastinya karena kurang fit dan sdh agak lama tdk pemanasan, merasakan setiap melangkan ke bawah, lutut terasa di tusuk jarum,wooww.. selamat datang engkel lutut..mental pun bermain,,,:D
Mendirikkan tenda pun segera dilakukan, 3 tenda selesai didirakan tinggal menunggu makanan yang sedang dalam proses,
Pesona keindahan mendaki gunung menurut saya, terletak juga pada waktu makan di tempat terbuka be ramai-ramai sambil menikmati keletihan akibat proses perjalanan di tambah dengan kopi hangat dan hangatnya dalam tenda..
Malam itu sepertinya tdk terasa keindahan dari makan malam di kelilingi tenda, soalnya sebagian teman perjalanan sudah terlelap di tambah lagi nasi yang kami santap belum mencapai klimaks tuk dihidangkan padahal sdh 1 jam 30 menit diatas kompor, maklumlah,karena itu pengalaman pertama si cokie memasak nasi.. hehehe..
Belum terlalu lama di peraduan dalam tenda, terbangun menikmati pesona keindahan tiada batas di alam terbuka lembah ramma ciptaan tuhan yang maha agung,di sajikan dengan music riak air aliaran mata air, terasa masih ingin ber lama-lama di lembah ramma, harapan itu pudar sewaktu saya melihat awan mulai hitam dan langit sepertinya mulai mengeluarkan suara yang kurang bersahabat..
Pukul 11:00 hari minggu packing di mulai dan perjalanan pulang kembali di laksanakan.. soalnya hari senin kembali di mulai persekolahan..
Sempat mencuri waktu di talung buat berfoto2 ria, hujan pun mengguyur dan segera memaksa perjalanan segera di lanjutkan, dalam perjalanan yang licin saya melihat para pendaki baru yang masih sangat awam dalam pijakannya di punggung pegunungan, tersirat di wajahnya bahwa ternyata mendaki itu tidak gampang ya…hihihi.. entah memori apa yang terekam di otak masing2, apakah tertantang kembali atau pun trauma tdk akan melakukan lagi.. hanya dia dan tuhan yang tau..
Tepat ketika mendapati sungai ke dua dari arah talung, seorang dari teman smu.. mengalami masuk angin dan muntah2, dengan penuh perjuangan di wajahnya, akhirnya ai sampai juga di lembanna.. menurut saya karena kurang persiapan fisik,asupan makanan dan akibat udara dingin di tambah terpaan hujan.
Pukul 21:00. Mobilpun ku kemudikan dengan perasaan senang dengan waktu tidur selama 48 jam terakhir skitar 6 jam. Go to Makassar,, atau otw Makassar
Pukul 22:30 Makassar mantap.. terima kasih tuhan atas segala nikmat mu..

About falaq83jie

Suka yang Memacu adrenalin

Posted on November 28, 2013, in alam and tagged . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Ceritanya menarik,. Gan, tapi kurang gambanrya,… kalau bisa di tambah gambarnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: